Saturday, May 23, 2015

PERJALANAN SETELAH KAMPUNG DUNIA


Dunia ini memang fana, tetapi perjalanan selanjutnya akan jauh lebih fana jika kita tertipu dengan kebohongan dan kepalsuan dunia ini. Marilah kita sejenak melihat bagaimana perjalanan hidup kita setelah kampung dunia ini.


Nabi Sholallalahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Kubur adalah salah satu jurang diantara jurang-jurang neraka jahannam dan merupakan taman diantara taman-taman surga. (HR. Al-Baihaki)

Adapun nasib seorang mukmin yang meninggalkan dunia ini dan memasuki kehidupan selanjutnya digambarkan oleh Rasulullah sholallahu 'alai wassallam sebagaimana dalam sabdanya:


"Ketika ajal seorang mukmin mendekatinya atau ketika dia akan meninggalkan kehidupan dunia, datanglah serombongan malaikat dengan wajah berseri-seri bagaikan cahaya matahari, sambil membawa kain kafan dan parfum dari surga. Lalu rombongan malaikat itu duduk mendekatinya hingga memadati ruangan yang luasnya sejauh pandangan mata. Ketika ajalnya hampir tiba, datanglah Malaikat Izrail, sang pencabut nyawa. Izrail duduk mendekati kepalanya seraya berkata: Wahai jiwa yang baik, keluarlah dan pulanglah engkau ke hadirat Tuhanmu yang maha pengampun, terimalah ampunan dan keridaannya...!. Maka keluarlah roh itu dari jasadnya bagai air minum yang tercurkan dari dalam poci. Malaikat Izrail segera mengambilnya, lalu ia memasukkannya ke dalam kapan dan melumurinya dengan parfum yang diambilnya dari surga. Ketika itusemerbak wangi bau parfum yang wanginya tidak tertandingi oleh aroma parfum manapun di atas muka bumi, memancar dari kain kafan pembungkus roh si mukmin. Lalu malaikat Izrail serta para malaikat yang mengiringinya terbang ke angkasa sambil membawa roh yang telah dicabutnya menuju puncak langit ke tujuh. Setiap kali Izrail menjumpai sekumpulan malaikat, di setiap tingkatan langit mereka berkata: Milik siapakah roh yang baik ini? Ini adalahroh si fulan bin fulan. Jawab para malaikat yang mengiringi Izrail. Wah baik sekali fulan bin fulan, sahut mereka. Begitulah sambutan para malaikat yang berada di setiap tingkatan langit. Ketika malaikat Izrail dan para pengiringnya sampai di puncak langit dunia, dia minta agar pintu-pintu langit dibukakan untuk roh yang dibawanya. Maka dibukakanlah pintu-pintu langit untuknya. Setelah itu, setiap malaikat yang berada di seluruh persada langit ikut sampai di langit ke tujuh, Allah menyuruh mereka: Catatlah amal hamba-Ku ini di dalam Illiyin, kembalikanlah dia ke dalam tubuhnya yang sedang terkubur di dalam bumi. Setelah itu, datanglah dua malaikat, mereka membangunkannya dan segera bertanya: Siapakah Tuhanmu?, Allah adalah Tuhanku, jawabnya. Apakah agamamu? Mereka bertanya. Islam adalah agamaku, jawab si Mukmin. Siapakah lelaki yang diutus kepadamu sekalian? tanya mereka. Muhammad, dia adalah utusan Allah, jawabnya. Darimanakah kau tahu hal it? Mereka bertanya lagi. Aku baca kitab Allah, karena itu aku beriman kepada-Nya dan aku yakin akan kebenaran-Nya. Seketika itu, terdengarlah pernyataan yang diproklamirkan dari langit: Amat benar apa yang dikatakan hamba-Ku, siapkanlah tempat tidur dari surga untuk dia dalam kuburnya, ia dapat merasakan kelezatan dan keharuman aroma surga, ruangan di dalam kuburnya, dibikin luas seluas seluas pandangan matanya. Ketika kesunyian alam barzah mulai menghampirinya, datanglah seorang yang berwajah indah nan rupawan, berpakaian rapi nan necis, beraroma wangi dan harum, seraya berkata: Berahagialah dengan kebahagiaan yang dijanjikan untukmu hai sahabatku. Siapakah anda? Tanya mukmin yang lagi duduk sendirian dalam kubur. Aku ini adalah amal kebaikanmu, jawab orang itu. Ya Rabbi, ya Rabbi datangkanlah segera hari kiamat, agar aku dapat segera bertemu dengan keluargaku serta harta bendaku". (HR. Ahmad)

Adapun nasib orang-orang yang ingkar kepada Allah setelah meninggalkan kehidupan dunia dikabarkan oleh Allah sebagaimana firmannya:

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzolim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): Keluarkanlah nyawamu di hari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan dusta mengenai Allah dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS. Al-An'aam: 93)

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar, (tentulah kamu merasa ngeri). Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya". (QS. Al-Anfaal: 50-51)

Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassallam juga mengabarkan nasib orang-orang yang ingkar kepada Allah sebagaimana sabdanya:

"Ketika ajal si kafir hampir tiba dan ia akan segera meninggalkan kehidupan dunia, datanglah segolongan malaikat yang berwajah hitam nan garang, sambil membawa karung. Mereka duduk berbaris menghampirinya, sepanjang pandangan mata. Pada detik-detik terakhir kehidupannya, datanglah malaikat Izrail. Dia duduk di hadapanny, seraya menghardiknya: Hai jiwa yang kotor, keluarlah, kembalilah pada kemurkaan dan kemarahan Tuhanmu!. Maka jiwa mulai mengelupas dari tubuhnya, malaikat pun mencabutnya, seperti kawat berduri dicabut dari kain kusut. Lalu, malaikat itu menggenggamnya dan memasukkannya ke dalam karung yang telah disediakan oleh para malaikat yang mendampinginya. Ketika itu, keluarlah bau busuk dari dalam karung itu, yang busuknya melebihi segala sesuatu yang paling busuk di atas muka bumi. Setelah itu, Izrail dan para malaikat yang mengiringinya terbang ke atas angkasa. Setiap kali mereka bertemu para malaikat yang menghuni langit , mereka berkata: Wah bau busuk apa ini? Ini bau busuk roh si fulan bin fulan, sahut para malaikat yang mengiringi Izrail. Dan para malaikat pun menjelek-jelekkan namanya, seperti menjelek-jelekkannya di saat dia berada di bumi. Ketika mereka sampai di puncak langit dunia, Malaikat Izrail meminta dibukakan pintu-pintu langit. Tetapi tidak dibukakan. Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula masuk surga, hingga ada unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." (QS. Al-A'Raaf: 40)

Di saat itu Allah menyuruh mereka: "Catatlah amal hamba-Ku ini di dalam sijjin yang berada di lapisan bumi yang paling bawah! Roh si pendosa itu pun dilemparkan oleh malaikat dengan sekeras-kerasnya. Rasulullah sholallahu 'alaihi wassallam menegaskan ceritanya itu seraya membaca ayat:
"Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh".(QS.Al-Hajj: 31)

Setelah itu roh dikembalikan ke dalam tubuhnya, datanglah dua malaiakt, mereka membangunkannya, lalu bertanya: "Siapakah Tuhanmu?, Hah, hah, aku tak tahu, jawab si pendosa. Siapakah lelaki yang diutus kepada kalian?, tanya mereka. Hah, hah, aku tak tahu, jawab si pendosa. Kemudian tiba-tiba terdengar suara dari langit: Pembohong hamba-Ku ini, siapkanlah tempat tidurnya dari api neraka dan bukalah baginya pintu neraka! Dengan begitu dia merasakan panasnya api neraka dan mengenyam racunnya. Ruangan di dalam kuburnya dipersempit, agar menjepit tulang-tulang rusuknya hingga remuk. Dan ketika itu datanglah seseorang yang berwajah buruk nan garang, berbaju lusuh danberbau busuk. Dia menghampiri si pendosa seraya menghardiknya: Celaka kamu! Inilah saat kecelakaan yang dijanjikan untukmu! Siapakah kamu, wajahmu buruk sekali, kamu datang membawa kabar buruk, tanya si pendosa itu. Aku ini amal kejahatanmu, jawab orang itu. Si pendosa itu berkeluh kesah dengan penuh ketakutan: Ya Tuhanku jangan kau datangkan hari kiamat" (HR. Ahmad)

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang mukmin, yang memiliki tempat beristirahat setelah lelahnya menempuh perjalanan panjang di kampung dunia.

No comments:

Post a Comment