Dunia
ini memang fana, tetapi perjalanan selanjutnya akan jauh lebih fana
jika kita tertipu dengan kebohongan dan kepalsuan dunia ini. Marilah
kita sejenak melihat bagaimana perjalanan hidup kita setelah kampung
dunia ini.
Nabi Sholallalahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Kubur adalah salah satu jurang diantara jurang-jurang neraka
jahannam dan merupakan taman diantara taman-taman surga. (HR.
Al-Baihaki)
Adapun nasib seorang mukmin yang meninggalkan dunia ini dan memasuki
kehidupan selanjutnya digambarkan oleh Rasulullah sholallahu 'alai
wassallam sebagaimana dalam sabdanya:
"Ketika ajal seorang mukmin mendekatinya atau ketika dia akan
meninggalkan kehidupan dunia, datanglah serombongan malaikat dengan
wajah berseri-seri bagaikan cahaya matahari, sambil membawa kain
kafan dan parfum dari surga. Lalu rombongan malaikat itu duduk
mendekatinya hingga memadati ruangan yang luasnya sejauh pandangan
mata. Ketika ajalnya hampir tiba, datanglah Malaikat Izrail, sang
pencabut nyawa. Izrail duduk mendekati kepalanya seraya berkata:
Wahai jiwa yang baik, keluarlah dan pulanglah engkau ke hadirat
Tuhanmu yang maha pengampun, terimalah ampunan dan keridaannya...!.
Maka keluarlah roh itu dari jasadnya bagai air minum yang tercurkan
dari dalam poci. Malaikat Izrail segera mengambilnya, lalu ia
memasukkannya ke dalam kapan dan melumurinya dengan parfum yang
diambilnya dari surga. Ketika itusemerbak wangi bau parfum yang
wanginya tidak tertandingi oleh aroma parfum manapun di atas muka
bumi, memancar dari kain kafan pembungkus roh si mukmin. Lalu
malaikat Izrail serta para malaikat yang mengiringinya terbang ke
angkasa sambil membawa roh yang telah dicabutnya menuju puncak langit
ke tujuh. Setiap kali Izrail menjumpai sekumpulan malaikat, di setiap
tingkatan langit mereka berkata: Milik siapakah roh yang baik ini?
Ini adalahroh si fulan bin fulan. Jawab para malaikat yang mengiringi
Izrail. Wah baik sekali fulan bin fulan, sahut mereka. Begitulah
sambutan para malaikat yang berada di setiap tingkatan langit. Ketika
malaikat Izrail dan para pengiringnya sampai di puncak langit dunia,
dia minta agar pintu-pintu langit dibukakan untuk roh yang dibawanya.
Maka dibukakanlah pintu-pintu langit untuknya. Setelah itu, setiap
malaikat yang berada di seluruh persada langit ikut sampai di langit
ke tujuh, Allah menyuruh mereka: Catatlah amal hamba-Ku ini di dalam
Illiyin, kembalikanlah dia ke dalam tubuhnya yang sedang terkubur di
dalam bumi. Setelah itu, datanglah dua malaikat, mereka
membangunkannya dan segera bertanya: Siapakah Tuhanmu?, Allah adalah
Tuhanku, jawabnya. Apakah agamamu? Mereka bertanya. Islam adalah
agamaku, jawab si Mukmin. Siapakah lelaki yang diutus kepadamu
sekalian? tanya mereka. Muhammad, dia adalah utusan Allah, jawabnya.
Darimanakah kau tahu hal it? Mereka bertanya lagi. Aku baca kitab
Allah, karena itu aku beriman kepada-Nya dan aku yakin akan
kebenaran-Nya. Seketika itu, terdengarlah pernyataan yang
diproklamirkan dari langit: Amat benar apa yang dikatakan hamba-Ku,
siapkanlah tempat tidur dari surga untuk dia dalam kuburnya, ia dapat
merasakan kelezatan dan keharuman aroma surga, ruangan di dalam
kuburnya, dibikin luas seluas seluas pandangan matanya. Ketika
kesunyian alam barzah mulai menghampirinya, datanglah seorang yang
berwajah indah nan rupawan, berpakaian rapi nan necis, beraroma wangi
dan harum, seraya berkata: Berahagialah dengan kebahagiaan yang
dijanjikan untukmu hai sahabatku. Siapakah anda? Tanya mukmin yang
lagi duduk sendirian dalam kubur. Aku ini adalah amal kebaikanmu,
jawab orang itu. Ya Rabbi, ya Rabbi datangkanlah segera hari kiamat,
agar aku dapat segera bertemu dengan keluargaku serta harta bendaku".
(HR. Ahmad)
Adapun nasib orang-orang yang ingkar kepada Allah setelah
meninggalkan kehidupan dunia dikabarkan oleh Allah sebagaimana
firmannya:
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu
orang-orang yang dzolim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang
para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): Keluarkanlah
nyawamu di hari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan dusta mengenai
Allah dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya"
(QS. Al-An'aam: 93)
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang
yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):
Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar, (tentulah kamu merasa
ngeri). Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya". (QS.
Al-Anfaal: 50-51)
Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassallam juga mengabarkan nasib
orang-orang yang ingkar kepada Allah sebagaimana sabdanya:
"Ketika ajal si kafir hampir tiba dan ia akan segera
meninggalkan kehidupan dunia, datanglah segolongan malaikat yang
berwajah hitam nan garang, sambil membawa karung. Mereka duduk
berbaris menghampirinya, sepanjang pandangan mata. Pada detik-detik
terakhir kehidupannya, datanglah malaikat Izrail. Dia duduk di
hadapanny, seraya menghardiknya: Hai jiwa yang kotor, keluarlah,
kembalilah pada kemurkaan dan kemarahan Tuhanmu!. Maka jiwa mulai
mengelupas dari tubuhnya, malaikat pun mencabutnya, seperti kawat
berduri dicabut dari kain kusut. Lalu, malaikat itu menggenggamnya
dan memasukkannya ke dalam karung yang telah disediakan oleh para
malaikat yang mendampinginya. Ketika itu, keluarlah bau busuk dari
dalam karung itu, yang busuknya melebihi segala sesuatu yang paling
busuk di atas muka bumi. Setelah itu, Izrail dan para malaikat yang
mengiringinya terbang ke atas angkasa. Setiap kali mereka bertemu
para malaikat yang menghuni langit , mereka berkata: Wah bau busuk
apa ini? Ini bau busuk roh si fulan bin fulan, sahut para malaikat
yang mengiringi Izrail. Dan para malaikat pun menjelek-jelekkan
namanya, seperti menjelek-jelekkannya di saat dia berada di bumi.
Ketika mereka sampai di puncak langit dunia, Malaikat Izrail meminta
dibukakan pintu-pintu langit. Tetapi tidak dibukakan. Kemudian
Rasulullah membaca firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami
dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan
bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula masuk surga, hingga ada
unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan
kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." (QS. Al-A'Raaf: 40)
Di saat itu Allah menyuruh mereka: "Catatlah amal hamba-Ku
ini di dalam sijjin yang berada di lapisan bumi yang paling bawah!
Roh si pendosa itu pun dilemparkan oleh malaikat dengan
sekeras-kerasnya. Rasulullah sholallahu 'alaihi wassallam menegaskan
ceritanya itu seraya membaca ayat:
"Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia
seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau
diterbangkan angin ke tempat yang jauh".(QS.Al-Hajj: 31)
Setelah itu roh dikembalikan ke dalam tubuhnya, datanglah dua
malaiakt, mereka membangunkannya, lalu bertanya: "Siapakah
Tuhanmu?, Hah, hah, aku tak tahu, jawab si pendosa. Siapakah lelaki
yang diutus kepada kalian?, tanya mereka. Hah, hah, aku tak tahu,
jawab si pendosa. Kemudian tiba-tiba terdengar suara dari langit:
Pembohong hamba-Ku ini, siapkanlah tempat tidurnya dari api neraka
dan bukalah baginya pintu neraka! Dengan begitu dia merasakan
panasnya api neraka dan mengenyam racunnya. Ruangan di dalam kuburnya
dipersempit, agar menjepit tulang-tulang rusuknya hingga remuk. Dan
ketika itu datanglah seseorang yang berwajah buruk nan garang,
berbaju lusuh danberbau busuk. Dia menghampiri si pendosa seraya
menghardiknya: Celaka kamu! Inilah saat kecelakaan yang dijanjikan
untukmu! Siapakah kamu, wajahmu buruk sekali, kamu datang membawa
kabar buruk, tanya si pendosa itu. Aku ini amal kejahatanmu, jawab
orang itu. Si pendosa itu berkeluh kesah dengan penuh ketakutan: Ya
Tuhanku jangan kau datangkan hari kiamat" (HR. Ahmad)
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan
orang-orang mukmin, yang memiliki tempat beristirahat setelah
lelahnya menempuh perjalanan panjang di kampung dunia.

No comments:
Post a Comment